Sunday, March 2, 2008

Jangan Kepengenan…

“Jadi orang jangan kepengenan, Fan”. Begitu kata bapakku suatu saat, seraya mengingatkanku agar hidup itu apa adanya, jangan memaksa diri tampil wah dengan membeli barang-barang yang kurang penting. Begitulah salah satu nasehat dari bapak yang sering aku kenang. Apalagi setelah beberapa kejadian-kejadian lucu belakangan ini. Semua ini karena aku kepengenan

Sudah tahu belum arti kepengenan? Kepengenan yang aku maksud di sini adalah sikap diri yang menginginkan untuk membeli barang-barang yang semestinya tidak terlalu penting untuk dibeli saat ini, alias hanya demi gengsi atau nampang. Hehehe

Gini ceritanya, kira-kira 3 minggu lalu aku bermain-main ke Toga Mas (sebuah toko buku besar di Kota Yogyakarta). Di sana aku mampir ke stan aksesoris bermotor, tanpa sengaja saat itu mataku tertuju pada sebuah sarung tangan pembalap yang menarik. Wajar, kalau kemudian hatiku berguman untuk membelinya. Akan tetapi, yang jadi pengganjal bahwa saat ini aku masih memiliki sarung tangan lama yang masih sangat baik untuk terus digunakan. Rugi dunk kalo harus beli lagi, yang lama aja masih ada kok…

Huhu, tidak dinyana-nyana sikap kepengenanku itu “mungkin” dijawab oleh Allah karena esok harinya saat pulang ke Magelang sarung tanganku yang lama jatuh dan HILANG! Aaa…. rugi banget rasanya, mengingat sarung tangan cukup penting juga untuk perjalanan jauh. Walhasil, apa boleh buat aku terpaksa membeli sarung tangan baru, sarung tangan yang tentunya mirip dengan kepengenanku kemarin: sarung tangan pembalap. Hehehe…

Ternyata, belum cukup kejadian ini. Karena beberapa waktu kemudian, kaca helm motorku pun ikut-ikutan “rusak” tepat di saat aku sedang kepengenan kaca helm baru. Mungkin Allah memang berbaik hati mengabulkan inginku ya? Tapi, jangan gini terus dunk, kalo gini bisa-bisa tekor uang jajanku. :(

Seorang sahabatku (Afsal) tertawa lepas saat aku menceritakan tentang kisah unik ini. Seraya bercanda menimpali, “ yang penting besok kalau punya istri jangan kepengenan, Fan. Nanti ndak langsung dikabulkan… Istrimu diganti baru gitu” hahaha, ada-ada aja…. Tapi, boleh juga dink kalo nanti istriku tergantikan. Wekekeke… :p

Apa kesimpulannya? Jangan kepengenan… mari bersyukur atas segala nikmat Allah yang telah ada pada diri kita saat ini. Alhamdulillah ya Allah…

No comments: