Fasilitasnya tidaklah memalukan, karena siswa2nya pun fasih berbahasa inggris, lancar berselancar di dunia internet hingga tidak mengherankan di usiannya yang baru 1,5 tahun SMP AQT telah merebut beberapa penghargaan tingkat kota Salatiga, suatu prestasi yang tidak dapat dikatakan minor untuk ukuran sebuah sekolah yang masih muda। Dengan seabrek fasilitas dan seabrek gelar yang didapat SMP AQT tetap menerapkan biaya sekolah yang amat murah, cukup 15ribu perbulan. Bayangkan berapa biaya sekolah siswa2 seumuran mereka di kota? Paling tidak lebih dari 100ribuan, bukan? Padahal belum tentu fasilitas dan prestasi bisa tercapai dengan bayaran segede itu.
Di sana, siswa2nya bebas bermain internet, memilih bernyanyi saat jeda pelajaran ataupun berjoget ria bersama2. Kesemua hal itu dimaksudkan agar siswa2 tidak terkungkung pada dogma2 kuno sekolahan yang mensyaratkan siswa2 untuk terus menjadi budak dari perintah2 dan titah para dewan guru. Sekolah diarahkan menjadi rumah ke2 mereka, di mana di rumah segala hal bebas mereka lakukan.
Aku selaku penonton merasakan kekaguman juga dengan keadaan para siswa2 SMP AQT. Dan aku yakin untuk mengatakan bahwa TIDAK ADA HUBUNGAN ANTARA SEKOLAH MAHAL DENGAN PRESTASI…
Lebih lanjut kalo mau tahu search aja di Google dengan SMP Alternatif Qaryah Thayyibah, atau kalo ada yang mau minta filmnya bisa aku kasi deh… gratis kok*.
*Ketentuan dan syarat berlaku, halah…
2 comments:
Sip, sekolah emang ga harus mahal utk bermutu
bagus s,,b'manfaat bgt bwt saudara2 yang ada d kls menengah k bwh,,smg dapat ditingkatkan!
Post a Comment