Thursday, August 23, 2007

HATI-HATI DENGAN TOKOH ISLAM LIBERAL

Mempelajari Islam merupakan kewajiban fardhiyah (personal) bagi tiap muslim, beda dengan ilmu-ilmu non-agama yang sifatnya kifayah (general). pembelajaran tersebut setidaknya dirasakan cukup mudah untuk didapatkan di indonesia. Namun, yang sering jadi pertanyaan ke manakah kita harus mencari ilmu tersebut? Apakah bebas saja ke setiap ulama ataukah harus kita filter mana saja guru yang baik dan yang tidak baik.


Maka dari itu, sekedar membagi wawasan ke pembaca sekalian. Ternyata dari tahun 2005 lalu MUI telah mengeluarkan fatwa ttg haramnya SEPILIS (sekularisme, pluraliseme dan liberalisme). Nah, dengan adanya fatwa tersebut tentu kita harus berwaspada terhadap siapa saja pengusung ide-ide tersebut.


Saya tidak menjustifikasi tokoh-tokoh ini sendirian. Melainkan, saya mengambil data ini dari buku berjudul 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme. Buku ini ditulis oleh Budi Handrianto dan diterbitkan oleh Hujjah Press pada awal 2007 lalu.


Sekilas, inilah tokoh-tokoh yang bisa diindikasikan sebagai pengusung gerakan SEPILIS.


A. Para Pelopor

1.. Abdul Mukti Ali

2.. Abdurrahman Wahid

3.. Ahmad Wahib

4.. Djohan Effendi

5.. Harun Nasution

6.. M. Dawam Raharjo

7.. Munawir Sjadzali

8.. Nurcholish Madjid


B. Para Senior

9.. Abdul Munir Mulkhan

10.. Ahmad Syafi'i Ma'arif

11.. Alwi Abdurrahman Shihab

12.. Azyumardi Azra

13.. Goenawan Mohammad

14.. Jalaluddin Rahmat

15.. Kautsar Azhari Noer

16.. Komaruddin Hidayat

17.. M. Amin Abdullah

18.. M. Syafi'i Anwar

19.. Masdar F. Mas'udi

20.. Moeslim Abdurrahman

21.. Nasaruddin Umar

22.. Said Aqiel Siradj

23.. Zainun Kamal


C. Para Penerus "Perjuangan"

24.. Abd A'la

25.. Abdul Moqsith Ghazali

26.. Ahmad Fuad Fanani

27.. Ahmad Gaus AF

28.. Ahmad Sahal

29.. Bahtiar Effendy

30.. Budhy Munawar-Rahman

31.. Denny JA

32.. Fathimah Usman

33.. Hamid Basyaib

34.. Husein Muhammad

35.. Ihsan Ali Fauzi

36.. M. Jadul Maula

37.. M. Luthfie Assyaukanie

38.. Muhammad Ali

39.. Mun'im A. Sirry

40.. Nong Darol Mahmada

41.. Rizal Malarangeng

42.. Saiful Mujani

43.. Siti Musdah Mulia

44.. Sukidi

45.. Sumanto al-Qurthuby

46.. Syamsu Rizal Panggabean

47.. Taufik Adnan Amal

48.. Ulil Abshar-Abdalla

49.. Zuhairi Misrawi

50.. Zuly Qodir


Tentu nama-nama di atas akan mengundang perdebatan dari pembaca sekalian. Karena bisa terbukti, bisa juga tidak. Tapi, sepatutnya kita menghargai kerja keras kepada penulis yang telah mengadakan riset mendalam tentang keberadaan tokoh tersebut. Dan terakhir, marilah kita berdoa agar tokoh-tokoh di atas bisa terus berdakwah namun di jalan yang sesuai dengan Al Qur’an dan AsSunnah. Amin.....

No comments: