Wednesday, August 22, 2007

Google, Lebih dari Sekadar Mesin Pencari

Tidak ada fenomena Internet sekuat Google. Bahkan Yahoo! tidak dapat menyamai apa yang Google telah capai di dunia maya. Amazon, Napster, eBay, Friendster – semuanya berhasil menumbuhkan kultur tersendiri, namun Google masih lebih besar pengaruhnya. Google telah berevolusi dari sekadar alat menjadi gaya hidup yang telah mengakar di setiap pengguna internet. Google bukan saja telah meluruskan banyak jalan manusia dalam pustaka internet, tapi juga telah mendefinisi ulang jargon WWW, dari World Wild Web menjadi World Wide Web.


Google bukanlah sekadar mesin pencari informasi, namun telah menjadi lebih penting dari jasa sejenisnya di internet. Alasannya terletak pada intuisi Google yang mampu memprdiksi dan memilah kira-kira data mana yang diinginkan pengguna. Alhasil pengguna akan mendapat hal-hal yang memang diinginkannya. Ketajaman indera Google ini dikemas dalam tampilan sederhana yang mudah digunakan. Google tidak ingin penggunanya bingung dalam mengakses situsnya. Jadi, sudah menjadi standar Google bila halaman utamanya hanya terdiri dari satu kolom utama untuk diisi pengguna dan beberapa link. Rata-rata halaman utama Google terdiri dari 36 kata saja. Tidak heran bila tiap hari masyarakat dunia bisa sampai melakukan sekitar 200 juta pencarian di Google.


Google sendiri lahir dari keresahan para pendirinya. Tidak puas terhadap kinerja Altavista yang merupakan mesin pencari terbaik saat itu, Larry Page bersama Sergey Brin merancang model mesin pencari baru yang lebih handal sebagai proyek riset kuliah mereka di Stanford. Hipotesis mereka sederhana saja: mesin pencari akan bekerja lebih baik bila jika didasarkan atas analisis tingkat kepentingan situs-situs. Bagi mereka sebuah situs akan makin penting bila banyak pengguna dan situs lain yang merujuk pada situs tersebut. Hipotesis ini mereka wujudkan lewat PageRank System; sistem inilah yang nantinya menjadi rahasia utama kesuksesan kinerja Google.


Metodologi Google terangkum dalam empat tahap. Pertama, Crawling (penjelajahan); Google menggunakan robot penjelajah Googlebot untuk menjelajahi milyaran halaman yang eksis di internet. Penjelajahan bertujuan untuk mengumpulkan informasi dari banyak situs di internet. Setelah tahap ini selesai dilakukan, informasi hasil penjelajahan dipilah dalam proses Indexing, yang merupakan tahap kedua. Setiap halaman dipilah dan disusun berdasarkan tema dan topik ke dalam database raksasa.


Tahap ketiga adalah Processing. Di tahap ini sistem mengambil data dari indeks database mereka, sesuai dengan data yang diminta oleh pengguna. Data yang cocok kemudian akan ditampilkan ke mesin pencari. Ketika urutan hasil pencarian yang diinginkan pengguna telah ditampilkan, Google menganalisa situs mana yang dipilih pengguna, ini merupakan bagian dari tahap keempat Ranking. Pilihan pengguna ini nantinya akan diproses; situs mana yang sering dipilih, mana yang jarang dipilih, semua statistik tersebut dicatat Google. Statistik tersebut nantinya diproses melalui PageRank System sehingga situs-situs bisa diurutkan berdasarkan tingkat kepentingannya. Alhasil, pencarian Google bisa tetap akurat meski trend di masyarakat sudah berganti sekalipun.


Dengan berbagai terobosan yang dilakukannya, Google pun tumbuh menjadi perusahaan yang amat sukses. Dalam usia delapan tahun, perusahaan ini telah memiliki dana tunai $$ 8 miliar, dan kapitalisasi pasar lebih dari $$ 100 miliar. Dengan nilai kapital sebesar itu, Google bisa dikatakan lebih kaya dibandingkan kebanyakan negara-negara kecil.


Melihat arahnya, Google – yang jumlah karyawannya di seluruh dunia sekitar 4.000 orang —tidak akan berhenti di sini. Dan mengetahui bahwa perusahaan ini mengoperasikan sistem komputer paling besar di dunia–mesin pencarinya didukung oleh 100.000 PC dan secara konstan terus ditambah, dunia masih akan menyaksikan gebrakan-gebrakan baru. Antara lain, Google sedang menggeluti riset genetika (bekerja sama dengan biolog terkemuka Craig Venter). Jangan heran kalau lalu muncul istillah "Meng-Google gen".


Nama Google sendiri berasal dari variasi dari kata ‘googol’, istilah yang merujuk pada angka satu yang diikuti seratus nol. Penggunaan istilah tersebut oleh Google merefleksikan misi perusahaan dalam mengorganisasi jumlah masif informasi yang tersedia di internet. Dengan keunggulan teknologi yang sangat dahsyat (yang terdiri dari 100 ribu komputer kelas satu yang sudah dimodifikasi untuk mencapai efisiensi maksimal), kantor pusat Google bernama Googleplex (yang didekor dengan desain warna-warni selayaknya taman kanak-kanak dan berbagai macam fasilitas hiburan – praktis menimbulkan suasana kondusif untuk berinovasi) dan kian meningkatnya kepercayaan pengguna internet akan khasiat Google, bisa dibilang Google telah memenuhi kebesaran namanya.

No comments: