Wednesday, April 18, 2007

Derita korban prospek MLM

Hari ini aku bersama seorang temanku (iim) berjalan-jalan mengumpulkan data untuk mengikuti sebuah lomba tingkat universitas. Rasanya capek banget karena sebelumnya kami mendapat jatah kuliah hampir seharian penuh. Mana ternyata data yang kami butuhkan sulit didapat (banyak yang menutup2i, padahal aku sebenarnya kalau dipikir2 untuk apa sih dirahasiakan, emangnya kurang yakin apa dengan surat resmi yang kami bawa ?)

Selepas lelah mencari data, aku menyempatkan diri dulu utk makan siang (walau sebenarnya waktu udah menunjukkan jam 4 sore, yah hitung2 ingat kata ibu di rumah agar rutin makannya daripada nanti maag). ^^

Zzppp... sedapnya makan siang.. saatnya pulang ku pikir (habis selain capek, kepala juga pusing). Tapi, aku jadi ingat temanku yang sedang menunggu prospek MLM (menunggunya seakan-akan aja menungu kematian, habis sangat mengesalkan karena tahu hanya akan menjadi waktu yang membosankan).

Waktu berlalu dikit demi sedikit... aku pun mulai terkantuk-kantuk. Saat mata mulai ingin terpejam... Jreng... datanglah kedua orang itu. Dengan sedikit berbasa-basi akhirnya mereka pun memulai prospek (yang tentunya menurutku sudah sangat membosankan, habis aku sudah mengetahui bisnis ini sejak kelas 1 SMA, tapi yah untuk menghormati ya aku dengerin aja). Sambil terkantuk-kantuk aku mencoba utk mendengarkan. Hingga tak terasa aku tertidur.....ZzzzZZzzz

Setengah jam aku tertidur ternyata prospek itu belum berakhir dan sekarang malah sedang memasuki masa-masa genting – sesi tanya jawab. Di situ temanku bersikeras menolak tapi si tukang prospek tetap juga bersikeras kalau bisnis ini adalah bisnis yang menggiurkan + prospek ke depannya cerah (iya sih.. tapi mbuat ga punya temen,, habis temen semua diprospek – buat males kan...)

Fuih, akhirnya dengan keras hati temenku berhasil menaklukkan si tukang prospek yang keras kepala juga. Beruntung kami tidak mempercayainya, karena setelah itu ada berita buruk kalo dia juga merupakan orang yang tidak begitu disenangi oleh temen2nya (ya karena kerjaanya itu yang sukany prospek temen). Sangat kontrakdiktif dengan pernyataannya yang menyimpulkan bahwa dengan mengikuti MLM itu akan menambah pergaulan (iya sih, tapi nambah musuh juga – habisnya pada benci juga sih).

The last, aku jadi tersenyum juga mengingat peristiwa beberapa tahun lalu saat masih ikut MLM. Gimana perasaan temenku waktu tak tawari terus menerus ya ? benci, marah ,atau ada perasaan lain ?? jadi berdosa nih... Astaghfirullah...

No comments: