Wednesday, December 26, 2007

Platonian ataukah Aristotelian ?


Baru aku pahami, ternyata seorang Plato dan muridnya Aristoteles memiliki pandangan berbeda ttg kehidupan. Plato lebih menekankan pada aspek idealis, sedangkan Aristoteles lebih empiris. Kedua pemikiran yang bertolak belakang ini menjadikan pandangan kehidupan kaum penganutnya pun sangat berbeda, kaum pengikut plato lebih terkesan utopis (pengkhayal, pemimpi) sedangkan kaum pengikut aristoteles lebih cenderung pragmatis (realis dan praktis).

Berbicara siapa dan bagaimana manifestasi ideal dari kedua konsep ini tentu membutuhkan diskusi sengit, karena kedua konsep ini bagai bumi dan langit: sangat jauh hingga tidak dapat disatukan. Tapi bukan berarti tidak mungkin, dalam buku Nabi Aja Kagak Nikah Dini karangan M. Muhyiddin disebutkan ternyata umat Islam tidak menyadari bahwa kita memilki sosok yang sangat ideal utk menggambarkan penyatuan kedua konsep ini, siapa dia? Tidak lain yaitu Nabi Agung kita: Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah seseorang yang sangat visioner tapi tidak lupa pula sangat empiris dalam memandang suatu permasalahan. Dalam peperangan misalnya, beliau memiliki banyak ide2 kreatif ttg strategi perang namun tidak lupa pula selalu memperlajari bagaimana tingkah musuh dalam berperang, sehingga tidak jarang dalam 22 tahun masa kenabiannya beliau sangat jarang kalah perang. (angka pasti jumlah kekalahan tidak aku ketahui, tapi yang pasti sekali kalah pada perang uhud). Banyak juga contoh lain yang dapat menunjukkan bagaimana Nabi Muhammad adalah sosok Platonian dan Aristotelian sekaligus, seperti bagaimana beliau membangun peradaban Islam yang sangat jaya dan hebat saat itu.

Menyamakan nabi Muhammad sebagai perwujudan dari dua konsep di atas mungkin sangat naïf, karena nabi Muhammad adalah utusan Allah yang ideal dan selalu dijaga. Tapi, utk diambil hikmah ada benarnya juga, setidaknya kita tahu ada konsep unik seperti itu dan Islam punya jawaban, betul tidak? J

Kalo sekarang bicara pribadiku, ini permasalahan yang cukup pelik. Banyak teman yang mengkritik aku dalam berorganisasi terlalu pragmatis (melihat sesuatu dari hal2 yang konkret dan realistis utk dicoba, tidak mencoba kreatif dan idealis mencari hal yang baru). Mungkin itu benar, karena aku mengalami banyak juga “mimpi” buruk dalam berorganisasi saat terlalu banyak ide-ide dan mimpi besar bermain yang kemudian berakibat pada kegagalan, atau paling tidak putusnya semangat di tengah jalan karena gagal. Yah… aku melihatnya seperti itu, pandangan yg tidak semua orang pahami dari aku (dan aku pun merasa malas utk kemudian menjelaskannya).hehe

Tapi, sepertinya organisasi dan kehidupanku cukup berbeda. Dalam kehidupan aku lebih cenderung platonian: idealis. Aku banyak bermimpi ttg masa depanku. Mulai dari lulus kuliah dengan cepat+cumclaude, melanjutkan Master di luar negeri, mencari pendamping hidup yang cocok (tapi harus Islami tidak perduli apa gerakannya), hingga kemudian melanjutkan studi doktoral, AMIEN. Kesemua itu tertanam dalam benakku. Hati Insya Allah udah keras utk mewujudkan itu semua, tinggal aplikasi yang rasanya masih jauh panggang dari api. Entahlah,…. Sampai kapan aku mau berubah dan kemudian mengejar semua mimpi itu dengan konsisten. Semoga bisa, karena aku yakin aku bisa. Begitu pula kamu, kalian atau kita semua, sepanjang kita punya mimpi kita punya kesempatan yang sama juga utk mewujudkannya…

1 comment:

remixstation said...

Hello friend, You create a nice blog... my blog..http://iearnmoneyhelper.blogspot.com/ Thanks for the comment in my blog.
http://iearnmoneyhelper.blogspot.com/do ya want to have some adsense tips? come to my site and take something helpful for ya free!!!
Contact me.. I will show how to earn money with your blog.. I have some easy ideas... my mail is nanthan.smix@gmail.com. I am earning more than 500$ per month.
have a nice day