Sunday, October 21, 2007

PEMBICARA TERBAIK

Kali ini saya punya bahasan menarik. Apa itu? Materi yang saya yakin banyak dari kita memerlukannnya: Ciri-ciri pembicara terbaik.


Saya tidak mengarangnya sendiri, namun mengambilnya dari buku milik Larry King: SENI BERBICARA yang ditulis oleh BILL GILBERT. Di buku itu, dia mendefinisikan ciri-ciri pembicara terbaik dengan 8 ciri, tidak terlalu sulit namun bukan hal mudah pula untuk dilakukan. Intinya cukup realistis bagi kita untuk menggapainya.


Ciri-ciri itu adalah:

  1. Mereka memandang sesuatu dari sudut pandang yang baru, mengambil titik pandang yang tak terduga pada hal-hal yang umum.

>> Cobalah memandang sesuatu secara unik dan tidak biasa. Bila semua orang memikirkan ramadhan adalah bulan puasa yang berat, cobalah katakan tidak! Karena saat itu kita bersama-sama berpuasa sehingga segala hal terasa ringan dan terkondisi. Beda dengan suasana puasa sunnah, tidak ada keringanan tidak ada pengkondisian.

  1. Mereka mempunyai cakrawala luas. Mereka memikirkan dan membicarakan isu-isu luas dan beragam pengalaman di luar kehidupan mereka.

>> Perbanyak baca berbagai literatur. Jangan takut membaca buku-buku dengan pemikiran yang bertentangan dengan ideologi yang anda miliki. Mulai membatasi membaca buku karena alasan seperti itu berarti membatasi kemampuan anda untuk memiliki ilmu yang luas. Semuanya adalah ilmu karena bahkan kriminologi pun ilmu, betul tidak? Tempatkan diri untuk belajar apa pun dengan niat yang baik dan lurus.

  1. Mereka Antusias, menunjukkan minat yang besar terhadap apa pun yang mereka perbuat dalam kehidupan mereka.

>> Larry King pun menyadari salah satu keberhasilannya dalam membawakan Talk Show adalah minat yang begitu besar terhadap pekerjaannya. Dengan modal itu dia dengan lancar membawakan acara yang rileks yang tentu juga berimbas positif pada lawan bicara. Tentu akan beda dengan seseorang yang menjalani sebuah obrolan dengan terpaksa, segalanya juga akan berjalan dengan tidak lancar, bukan?

  1. Mereka tidak pernah membicarakan diri sendiri

>> mungkin istilah yang populer sekarang narsis. Orang yang narsis mungkin akan terkesan menarik namun tidak untuk jangka panjang apalagi untuk tampil di layar kaca – sangat memalukan dan tidak pantas. Cobalah jangan terus menerus membicarakan diri sendiri. Coba pula untuk menanyai lawan bicara anda. Bagaimana dengan anda? Bagaimana pendapat anda tentang masalah ini? dll.

  1. Mereka sangat ingin tahu. Mereka bertanya, “Mengapa?” Mereka ingin tahu lebih banyak mengenai apa yang anda katakan.

>> Para pembicara terbaik selalu ingin tahu terhadap semua hal. Itulah sebabnya mereka pandai mendengarkan dan mempunyai cakrawala yang luas. Mereka selalu ingin dan ingin mempelajari sesuatu yang baru.

  1. Mereka menunjukkan empati. Mereka berusaha menempatkan diri mereka pada posisi anda untuk memahami apa yang anda katakan.

>> Tidak dapat dipungkiri orang yang paling enak diajak bicara adalah mereka yang menunjukkan empati kepada kita. Mereka berusaha dengan jelas untuk memahami apa yang kita rasakan dan katakan.

  1. Mereka mempunyai selera humor dan tidak berkeberatan mengolok-olok diri sendiri. Sungguh, konvensionalis terbaik sering mengisahkan pengalaman konyol mereka.

>> Humor di mana pun selalu menyenangkan. Oleh karena itu dalam berbicara jangan terus-menerus serius (dijamin dalam beberapa menit pendengar akan tertidur, bahkan ada yang mendengkur dengan keras). Maka gunakanlah trik bercanda untuk mencairkan suasana (bukan bercanda sebagai inti pembicaraan).

  1. Mereka punya gaya bicara sendiri.

>> Kata-kata saktinya “Just Be Ur Self”, jadilah diri sendiri. Hal ini juga berlaku dalam berbicara, dengan menjadi diri sendiri kita akan mudah dikenal. Mungkin sulit menjadi diri sendiri karena memang kita terpengaruh dengan idola-idola pembicara kita, tidak masalah. Ambillah yang baik dan catat kekurangan idola kita itu. Kemudian kombinasikanlah dengan gaya anda sendiri. Sekalipun pengagum seorang pembicara tentu kemampuan kita tidak otomatis sama dengan idola itu bukan? Ya... kita punya kelebihan sendiri-sendiri.


Ok, sekian dulu pembahasan ini. Perlu diingat sebagai motivasi, pintar berbicara memang bukanlah segalanya. Namun, kita tidak dapat menutupi kenyataan bahwa hampir semua orang yang sukses memiliki kemampuan berbicara di atas rata-rata. Belum percaya? Lihatlah sekeliling anda...

No comments: